Sabtu, Maret 09, 2013

Indonesia! Film Favorit



Film Indonesia.. Dulu orang Indonesia ogah nonton film Indonesia, karena katanya kurang bermutu, gak bagus, imanijasinya kurang.. Tapi sekarang banyak film Indonesia yang bagus. Sejauh yang gw ingat, film Indonesia tu pertama kali bangkit pas film Kuldesak, sutradaranya Rizal Mantovani. Gw sendiri belum pernah nonton film itu, tapi soundtracknya gw suka banget, yang nyanyi Once sama Ahmad Dhani. Suaranya Once yang mirip Sting itu cetar membahana!

Belakangan ini gw nonton beberapa film Indonesia yang menurut gw, bagus banget. Ada yang bikin gw tertawa terbahak – bahak, ketakutan setengah mati, ada juga yang bikin gw nangis sejadi - jadinya. Tapi ada juga film Indonesia yang cuma bikin gw buru – buru pengen keluar bioskop, tapi kemudian gak jadi karena inget rugi udah bayar tiket.. Hihihi.. Ada juga film yang sukses buat gw ngantuk dan tertidur di bioskop.
Tapiiii, sekarang gw mau share film – film yang menurut gw bagus banget dan recommended buat ditonton. Berikut ini beberapa film Indonesia yang menurut gw okeh : 


1.       Petualangan Sherina


Gw nonton film ini bareng kakak dan adek gw waktu itu. Kita bertiga masih unyu –unyu dan masih sekolah :D. Ini film Indonesia pertama yang bikin gw terhanyut sama ceritanya. Pemeran utamanya Sherina dan Derby Romero, ketika mereka masih kecil, mungkin seusia SD. Dibuat tahun 2000, sutradaranya Riri Riza dan Mira Lesmana. Suami Mira Lesmana, Mathias Muchus juga ikut main di film ini, jadi ayahnya Sherina.

Sherina berperan sebagai dirinya sendiri, anak SD yang tomboi sekaligus periang. Nah, suatu saat Sherina harus pindah dari Jakarta, dia sediiih banget karena harus ninggalin teman – temannya.
Dia pindah ke Bandung, kemudian akhirnya Ia satu sekolah dengan Sadam, yang diperankan Derby Romero. Sadam itu nakal banget di sekolah, suka gangguin anak lain, buly anak yang lebih kecil. Nah, Sherina sering banget tu berantem ama Sadam belain anak2 yang dia buly. Gw inget banget lagu yang Sherina nyanyiin waktu dia berantem ama Sadam, “Dia pikiiiiir, dia yang paling hebat, merasa paling jago dan paling dasyat..”.  Soundtracknya memang bagus – bagus. Bahkan waktu itu gw beli kaset soundtrack lagunya. Sherina nyanyi diiringi orchestra lengkap, lagu – lagunya digarap dengan serius. 

Saat liburan panjang sekolah, Sherina diajak orang tuanya berlibur ke daerah mirip puncak tapi gw lupa dimana, ke rumah kolega ayahnya. Dan ternyataaa saudara – saudara, kolega ayahnya itu adalah orang tua Sadam. Sherina kesel banget musti menghabiskan liburannya di rumah Sadam. Di rumah Sadam itu ternyata anak super manja, karena dia anak bungsu dan kakak – kakaknya beda umur jauuh banget sama dia.

Sherina kemudian terlibat petualangan dengan Sadam. Awalnya mereka jalan – jalan sampai jauh ke hutan, ternyata Sadam sudah diincar sama penculik. Sadam diculik dan Sherina berusaha menyelamatkannya. Penjahatnya diperankan Butet Kertarajasa dan Djaduk Verianto. Penjahat wanitanya diperankan Henidar Amroe. Baru sadar kalo mereka semua aktor dan aktris senior, pantesan aktinya bagus – bagus banget ya.. Gw juga inget lagu yang dinyanyiin sama Djaduk Verianto, yang berperan sebagai penjahat bernama Kertarajasa, dia nyanyi sambil dansa sama Henidar Amroe, “Namaku Kertarajasaaa, akulah yang paling berkuasaaa, semua orang takut padakuu..”. Gw yang waktu itu masih kecil, menontonnya dengan mata yang melebar dan terkagum – kagum..


2.       2. Quicky Express


   
Film ini diproduksi tahun 2007, sutradaranya Dimas Djayadiningrat. Quicky Express sukses berat membuat gw ketawa gak berhenti – berhenti selama filmnya diputar.

Pemainnya juga keren – keren, makanya aktinya bagus – bagus. Ada Tora Sudiro, Lukman Sardi, Aming, Ria Irawan, Tio Pakusadewo, Ira Maya Sopha, Rudy Wowor. Film ini adalah penampilan perdananya Sandra Dewi. Seinget gw, setelah main film ini, dia jadi terkenal. Ceritanya juga unik.

Film ini bercerita soal kedai pizza bernama Quicky Express. Quicky Express sebenarnya bukanlah kedai pizza tapi, prostitusi terselubung. Dan kedai ini sebenernya adalah penyalur gigolo kelas wahid. Serem ya, temanya. Tapi asli ceritanya jauh dari sensualitas, film ini lucu banget.

Tora Sudiro adalah pemeran utama dalam film ini. Dia sudah beberapa kali gonta ganti pekerjaan. Jadi tukang tato, tukang tambal ban, macem – macem. Sampe akhirnya badan atletis dan wajah tampan Tora menarik perhatian germo yang nyamperin dia dan menawarkan kerja di Quicky Express. 

Singkat cerita, bekerjalah dia di Quicky Express. Berteman baik dengan Tora Sudiro dan Lukman Sardi yang juga kerja di situ. Dia kemudian memiliki tante – tante yang menjadi pelanggan tetapnya, diperankan Ira Maya Sopha. Akting Ira di film ini bagus banget euy, patut diacungi 4 jempol. Ira adalah tante – tante cantik dan kaya. Tora kemudian juga bertemu dengan Sandra Dewi, calon dokter yang membuatnya jatuh cinta. Satu line yang terkenal waktu Tora telpon – telponan sama Sandra Dewi, Sandra bilang begini, “Yaaa, sedih dong..”. Line-nya simple banget ya.. Tapi karena yang ngomong super gorgeous jadinya gemesin gitu (kata cowok – cowok). 

Tora dan Sandra akhirnya pacaran serius. Suatu waktu Sandra mengundang Tora untuk datang ke rumahnya, ealaaah.. Ternyata Sandra adalah anak dari Ira Maya Sopha. Dan ayahnya Sandra adalah mafia serem yang terkenal seIndonesia, diperankan dengan apik oleh  Rudy Wowor. Suasana makin pelik ketika ayahnya Sandra juga naksir Tora.. Eaaaaa.. Ayah, Ibu ama Anak sama – sama ngejar – ngejar Tora, tapi Tora cintanya sama Sandra.. 

Gw suka banget film ini. Monggo ditonton dan dicari DVDnya.. Keren loh filmnyah..


           3. Rumah Dara

Huaaaaa.. Film ini bener – bener buat gw pengen ngibrit keluar dari bioskop, bukan karena filmnya jelek or membosankan, karena film ini truly menyeramkan dan menegangkan. Gw terus – menerus bertanya dalam hati kapan filmnya selesai karena gak tahan ketakutan tapi penasaran sama akhir ceritanya. Dirilis tahun 2010 dan disutradarai oleh Mo Brothers. Salah satu dari Mo Brothers ini suaminya Sigi Wimala yang juga main di film ini, Sigi sendiri hadir waktu gw nonton film ini. Kebetulan gw nonton pas festival film Indonesia di Blitz Megaplex dan dapet tiket gratis dari temen SMA gw yang baik hati.

Ceritanya tentang beberapa anak muda (yang diperankan Julie Estelle, Sigi Wimala, Ario Bayu, Daniel Mananta, Mike Muliardo, Dendy Subangil) yang sebenarnya pengen pulang dari  jalan – jalan tapi kemudian bertemu wanita muda bernama Maya yang diperanin Imelda Therinne, Maya bilang dia kerampokan dan akhirnya mereka mengantar Maya ke rumahnya. Rumahnya ternyata jauh terpencil dan di tengah hutan. Karena kemaleman dan hujan, mereka akhirnya memutuskan untuk menginap. Sang ibu, yang bernama Dara, diperankan dengan sukses menyeramkan oleh Shareefa Danish. Dara punya dua anak psycho yang juga diperankan dengan ciamik oleh Imelda Therine tadi dan Arifin Putra. Salah seorang dari kawanan muda – mudi itu sedang hamil, dengan aneh ibu dara terus menerus mendekati ibu hamil itu. Suasana agak menyeramkan tapi karena gak ada pilihan akhirnya mereka semua menginap disitu. 

Ternyata oh ternyata, rumah Dara memang sengaja menjebak orang – orang yang kebetulan lewat situ. Mereka itu adalah kanibal, suka makan daging manusia. Sekaligus pemasok organ tubuh manusia illegal. Huaaaaaaa.. Serem betul deh pokoknya! Satu persatu pemuda itu dibantai untuk dibunuh dan diambil organ tubuhnya. Seingat gw, satu – satunya yang selamat itu Julie Estelle, dengan membawa bayi yang dilahirkan oleh ibu hamil itu. Arifin Putra juga surprisingly masih hidup setelah perlawanan Revalina dan pembantaian yang cukup brutal. Ibu hamil, orang jantungan, anak kecil mendingan jangan nonton film ini. Aming juga sempet muncul sebentar sebagai cameo, polisi yang datang ke rumah Dara. Tapi mati dalam sekejap.

Gw aja terbayang – bayang waktu abis nonton film ini. Tapi asli, delapan jempol buat yang buat filmnya, film ini horror tapi gak murahan kayak film Indonesia horror yang lain. Jalan ceritanya juga gak mudah tertebak. Dan guess what! Hal ini terbukti dengan ternyata gw masih pusing keingetan filmnya waktu nulis review ini.. *tutup mata *tarik nafas


 4. Habibie Ainun



Gw nonton film ini beberapa bulan lalu, diajakkin sahabat katanya filmnya bagus. Gw kira akan biasa aja tapi ternyata emang, bagus bangeeeet. Sutradaranya Rizal Mantovani. Yaaampyuuuun.. Akting Reza Rahadian keren banget di film ini. Padahal secara fisik dia beda banget ama Habibie tapi dia bisa gitu niruin gesture dan cara ngomong Habibie. Reza juga gw rasa belajar bahasa Jerman, secara di film ini dia banyak banget ngomong Jerman dan dia bisa melakukannya dengan fasih. Gw emang suka acting Reza Rahadian dari dulu, dari bikin gw simpati di fil 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta sampe sukses bikin gw sebel di Perempuan Berkalung Sorban.

Ainun diperankan oleh Bunga Citra Lestari, kayaknya BCL gemukkin badan deh buat main film ini. Soalnya biasanya dia kan kurus, di film ini dia terlihat lebih tembem. Dan satu hal yang bikin gw terganggu adalah karena Chocolatos jadi sponsor film ini dan aneh aja ngeliat tu Chocolatos ada di meja makan Habibie waktu lagi ngobrol ama anak dan istrinya. Jaman dulu mana ada Chocolatos .. Pemeran Soeharto oleh Tio Pakusadewo juga gak pas. Aneh aja..

Tapi above all odds itu, film ini menggambarkan kisah cinta abadi Habibie – Ainun yang sangat mengharukan. Gw sendiri nangis banget waktu bagian Habibie bacain puisi buat Ainun yang sekarat. Reza dan BCL menggambarkannya dengan sangat baik. Kanan kiri gw juga terisak – isak. 

Yaaah, pokoknya nonton sendiri lah dan siap – siap terharu dengan kisah cinta ini. Disaat TV nayanginnya artis – artis pada cerai, kesetiaan dan pengabdian digambarkan sebagai kelemahan dan kerugian semata. Tapi dengan melihat bukti nyata ini, kita bisa liat kalo sebenernya kisah cinta sejati itu emang benar ada *menitikan air mata.
      

       5. Rectoverso

 Ni film baruu banget ni. Gw baru nonton minggu lalu. Sebenernya yang bikin gw pengen bikin blog soal film Indonesia favorit adalah karena gw pengen share soal film ini. Film ini dirilis tahun ini, uniknya sutradaranya adalah para aktris – aktris papan atas Indonesia *eaaaa ada Kathy Sharon, Marcella Zalianty, Olga Lidya, Rachel Miriam dan Happy Salma.

Diangkat dari kumpulan cerpen karangan penulis favorit gw Dewi Lestari dengan judul sama “Rectoverso”. Ada lima cerita yang diangkat. Tapi yang menurut gw paling bagus adalah bagian “Malaikat Juga Tahu” dan “Cicak di Dinding”. Kumpulan cerpen Rectoverso sendiri gw udah baca dan ada bonus CD lagunya juga. Lagu-lagunya aslinya dinyanyiin sama Dewi Lestari semua tapi di film ini semua lagu diremake dan dinyanyiin sama penyanyi lain. Misalnya Malaikat Juga Tahu yang dinyanyiin sama My Glenn Fredly.. Hihihi..

Malaikat Juga Tahu bercerita tentang pria autis yang sudah cukup berumur yang tinggal dengan ibunya. Kurang lebih umurnya 40 tahun lah. Diperankan oleh Lukman Sardi yang biasa dipanggil Abang. Ibu dari Abang sendiri memiliki kost – kostan. Abang punya tugas mencuci pakaian seluruh penghuni kost, dan ada jadwalnya sendiri tu kalo nyuci, Senin baju putih, Selasa gak tau (hehe), Rabu baju biru kalo gak salah.. Pokoknya satu hari satu warna. Ada satu penghuni kost, yang diperankan oleh Prisia Nasution, namanya Leia (eh, Pia ini kakak kelas gw waktu SMU loh..). Abang jatuh cinta sama Leia. Leia itu baik hati sekali dan sering nemenin si Abang ngobrol kalo malem di taman depan kamar kostnya. Abang juga punya kebiasaan menyusun kotak sabun sampai seratus. Kotak sabun itu dihitungnya setiap hari, pernah ada satu penghuni kost yang iseng ngumpetin satu, si abang ngamuk luar biasa. Akhirnya sama Leia dibeliin satu yang baru, dan yang diumpetin akhirnya dibalikin. Karena jadi kelebihan satu, kotak sabun yang dibeliin sama Leia disimpen sama Abang dan disayang – sayang banget. 

Suatu saat adik Abang yang bernama Han datang. Singkat cerita, adiknya Abang yang ganteng dan tidak autis itu saling jatuh cinta sama Leia. Ibu si Abang menangkap gelagat ini. Dia tahu kalau kedua anaknya jatuh cinta sama Leia. Dia kemudian mengajak bicara Leia dan berkata, “Kalau kamu tanya siapa yang paling mencintai kamu dengan tulus, Ibu akan menjawab, dia adalah Abang.” Leia dan adiknya Abang akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah itu karena mereka sudah saling cinta dan tak mau menyakiti hati sang Abang. Yang bikin gw nangis tersedu – sedu adalah adegan ketika si abang mengamuk karena melihat kamar Leia kosong dan setiap malam tak ada yang menemani Abang mengobrol lagi di taman. Abang terus menerus bilang begini ke ibunya, “Aku mau satu.. Aku mau satu..”. Ternyata si Abang pernah menulis di kertas dan ditemukan oleh sang Ibu, “Seratus itu sempurna, tapi kamu satu lebih dari sempurna.” Tulisan itu ditujukan untuk Leia dan sang Ibu mengirimkannya ke Leia.
 Sedih yah.. *nangis lagi

Cerita kedua yang gw suka adalah Cicak di Dinding. Seorang pria bernama Taja yang diperankan oleh Yama Carlos, bertemu dengan Saras yang diperankan dengan sangat seksi oleh Sophia Latjuba. Mereka bertemu di sebuah bar dan Saras merayunya. They are doing one night stand. Saras punya tato cicak di perutnya, alasannya simple, karena bentuknya lucu buat dia. Mereka berdua kemudian bertemu kembali secara kebetulan di sebuah kafe kopi. Mereka ngobrol panjang dan tampak sangat menikmati kebersamaan satu sama lain. Taja punya kebiasaan minum kopi pahit tanpa gula, ketika ditanya kenapa dia menjawab “Aku minum kopi pahit supaya ingat masih ada yang manis diluar sana.” And they are doing one night stand again. Saras kemudian pergi tanpa pamit ke Taja waktu Taja buatin kopi buat dia. Tak dinyana, tak diduga setelah lama gak ketemu mereka bertemu di pameran lukisan Taja. Saras ternyata akan menikah dengan kakak angkat Taja yang diperanin Tio Pakusadewo yang menurut gw memerankannya dengan genit yang berlebihan.. Orang yang sangat berjasa untuk Taja.  Taja dan Saras tak saling memberitahu  kalau mereka pernah bertemu sebelumnya. Taja tak datang di hari pernikahan mereka. Dan yang mengejutkan adalah ketika Saras menyadari kalau di kamar tidurnya, Taja menghadiahkan sesuatu, gambar cicak yang menyala ketika lampu dinyalakan.. Dan ternyata Saras baru tahu dari suami barunya kalau Taja juga sangat menyukai cicak. 

Well, percayalah filmnya jauh lebih bagus dari cara gw menggambarkannya di blog ini. Gw dibuat terhanyut dan menangis berkali – kali dibuatnya.

Akting para pemain di film ini bagus – bagus, alur ceritanya juga bagus, ada Asmirandah, Widyawati, Dwi Sasono, Amanda Soekasah, para sutradara juga jadi cameo di film ini. Well another story to tell, another movie to enjoy.. Maju terus film Indonesiaaaaa!!

Tidak ada komentar: