Cinta dan kompromi,,
Dua hal yang sepertinya beda tipis
Dengan cinta kita pasti bisa berkompromi dan dengan kompromi kita bisa mencintai
Dan gw mulai ragu dengan dogma yang gw anut sampai detik ini
Gw percaya kalau cinta akan datang tanpa kita undang
Percaya kalau suatu saat gw akan bertemu dengan seseorang yang benar2 bisa mencintai gw apa adanya
Seseorang yang gw cintai juga apa adanya
Tak perlu kompromi atau tetek bengek lainnya
Karena kelebihan dan kelemahan kami sudah otomatis saling melengkapi
Tapi sedikit demi sedikit gw sadar
Cinta itu butuh kompromi
Dan dalam berkompromi itu butuh cinta
Kelemahan pasangan bisa kita maklumi dengan cinta
Kelebihan pasangan bisa melengkapi kita dengan kompromi
Gw sadar.. kehidupan cinta di dunia ini ga selamanya sama kayak yang sering gw baca di novel atau nonton di film.
Berikut ini adalah cerita yang dikirim sahabat gw sejak kuliah.. Tria Sukmadewi. Dia pernah gw ceritain di blog gw sebelumnya, soal pernikahan dia yang bikin dejavu akan semua sahabat2 gw sejak SD sampai kuliah. Sekarang dia tinggal di Bali bersama sang suami berkewarganegaraan Belanda yang sangat dia cintai. Tapi.. ternyata.. hidup bersama itu bukan hanya soal cinta aja.. Banyak hal yang mempengaruhi kehidupan mereka. Mulai dari kendala budaya sampai bahasa. Mengharukan.. Tapi anehnya setiap kita diskusi tentang masalah ini di telpon kita malah ketawa2 terus.. Biar ga stress ya Ia.. sometimes we should laugh at our probs..
Ia, cerita lu gw muat di blog gw ya.. as my promise.. without editing lo.. Here it goes..
Surat untuk sahabat
Sahabatku,
Hari ini, 14 Oktober 2008, sudah 2 bulan lebih aku mengarungi bahtera rumah tangga dengan lelaki berkebangsaan Belanda. Perbedaan umur kami cukup jauh, lebih dari separuh umur aku. Namun perbedaan ini tidak terlalu kami permasalahkan, mengingat pada awal hubungan kami, kami sudah membicarakan hal ini masak-masak. Dengan berlandaskan cinta dan saling pengertian, maka kami putuskan untuk menikah pada pertengahan tahun 2008 silam. Walau aku akui, saat itu peran emosi sangat berpengaruh dalam keputusan kami berdua.
Sahabatku,
Hari ini, aku mengakui, bahwa membina rumah tangga itu tidaklah semudah yang aku bayangkan sebelumnya, khususnya dengan pria asing. Mengingat perbedaan bahasa yang sangat mendasar, demikian juga budaya dari masing-masing. Aku pastikan bahwa butuh lebih dari berjuta-juta kesabaran bagi kami berdua untuk saling memahami dan mengisi satu sama lain. Sebelum menikah, kami hampir pastikan tidak pernah mengalami kesulitan berbahasa. Bahasa Inggris sudah cukup menjadi bahasa pengantar sehari-hari bagi kami berdua. Mengingat suami aku tidak pandai berbahasa Indonesia, dan sebaliknya, aku hampir tidak bisa berbahasa Belanda. Ditambah diperparah dengan jumlah perbendaharaan bahasa Inggris kami yang memang pas-pasan. Alhasil aku pribadi menyadari betul ketimpangan masalah bahasa pada kami berdua. Seperti pasangan suami istri pada umumnya, beda pendapat atau cekcok masalah kecil pun pernah kami alami. Namun ketika suatu masalah menjadi besar, aku pribadi mengalami kesulitan untuk mengutarakan opini yang ada di hati aku. Hal ini pun dapat aku pastikan bahwa suami aku mengalami hal yang sama. Saat itu, kamus merupakan suatu benda yang paling berharga bagi kami berdua, tak jarang ketika ada beda pendapat, kamus Indonesia – Belanda lah yang selalu ada di tangan aku. Berharap masalah agar dapat segera diselesaikan.
Perbedaan antara budaya barat dan timur juga menentukan karakter pada diri kami masing-masing. Aku, yang masih memiliki darah keturunan dari Solo, Jawa Tengah, selalu berusaha selembut mungkin dengan suami. Dalam mengutarakan sesuatu sangat berhati-hati, selalu memikirkan perasaan orang lain, diskusi dan kompromi merupakan jalan terbaik bagi aku dalam mencari solusi masalah dan yang terakhir, sifat aku yang cenderung introvert pada suami. Aku sudah berusaha mati-matian untuk bisa sedikit bersifat ekstrovet, walaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan suami aku. Sifat aku seperti berkiblat pada gunung berapi, yang tidak selalu menumpahkan lahar, tapi jika waktunya memang pas untuk meledak, maka gunung berapi aku pun bisa meletus dengan dasyat, tapi itu hanya sesaat. Dalam hitungan jam, hujan larva bisa berubah menjadi lautan yang sangat tenang. Sedangkan suami aku mempunyai karakter yang 180° c berbeda dari aku. Beliau sangat ekstrovet dan blak-blakan, kalau berbicara langsung ke titik permasalahan, kalau sedang emosi sangat meledak-ledak. Jika hal ini terjadi hanya waktulah yang bisa sedikit menyurutkan emosinya, dan biasanya waktu ini dapat berlangsung cukup lama.
Sifat kekeluargaan yang sangat tinggi pada budaya Indonesia masih sangat melekat tinggi pada diri aku. Lain halnya dengan suami. Hal ini terbukti pada cara pandang kami yang berbeda ketika ada sanak family datang berkunjung ke rumah, bahkan keluarga inti aku. Saat itu aku berpandangan bahwa memang sudah sewajarnya jikalau keluarga datang, maka suatu kehormatan apabila mereka mau tinggal di rumah. Karena hal ini memang sudah kerap dan merupakan menjadi tradisi yang sangat menyenangkan di Indonesia. Apalagi ada pepatah yang terkenal seperti makan tidak makan asal kumpul dan memuliakan tamu akan menambah pahala yang banyak. Selain untuk tetap menjaga silahturahmi, pasti menyenangkan jika bisa melepas rindu dengan sanak keluarga. Sudut pandang suami berbicara bahwa keluarga lebih baik tinggal di hotel agar kami tentunya dan keluarga tetap mempunyai privasi kehidupan masing-masing. Memang tidaklah salah jika memiliki pemikiran seperti ini, tetapi alangkah tidak tepat untuk di adopsi di budaya timur, khususnya Indonesia. Hal ini dapat menimbulkan negative thinking bagi keluarga, karena mereka bisa berfikiran bahwa kehadian mereka akan merepotkan orang lain.
Sahabatku,
Perbedaan-perbedaan seperti ini akan kerap terjadi di kehidupan sehari-hari. Jadi aku pastikan jikalau tidak memiliki saling pengertian dan kesabaran yang tinggi dari masing-masing pihak, maka bisa dipastikan jalan yang di depan mata tidak akan mudah untuk dilalui bersama. Mungkin dari surat yang aku tujukan khusus untuk sahabat aku ini bisa menjadi bahan referensi hati bagi pasangan yang ingin meniti kehidupan dengan pria beda kebangsaan. Hal ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi paling tidak dapat mempersiapkan mental dari awal. Sehingga jikalau memang suatu saat nanti menemukan masalah seperti ini maka tidak akan terkejut lagi atau menjadi “culture shock” bagi masing-masing pasangan. Semoga tulisan pengalaman hidup aku bisa menjadi pelajaran yang bermakna bagi semua sahabat aku. Akhir kata, sukses selalu untuk engkau wahai sahabat.
Bali, 14 Oktober 2008
Love,
Tria Wesling
Senin, Oktober 27, 2008
Jumat, Oktober 24, 2008
Mengapa Glenn? Mengapa?
Hi all.. lagi sedih nih.. Atau tepatnya gw lagi kecewa.. ilfil.. pokoknya susah dijelaskan dengan kata2 deh. Uhm.. gimana jelasinnya ya? Perasaan ini tu sama seperti saat gw patah hati ketika gw tahu bahwa Stephen Gately personel Boyzone yang gw kagumi selama ini ternyata adalah seorang gay. Itu waktu gw SMP. Atau saat gw tahu bahwa Josh Hartnett jadian ama Scarlett Johnson (walaupun akhirnya putus ^_^)..
Gw sedih karena.. Gw ilfil banget ngeliat video klip Glenn Fredly yang duet ama Dewi Persik.. Mengapa Glenn? Mengapa? You look very awkward there.. Aneh banget! Gaya Glenn sama sekali ga cocok ama Dewi Persik. Cewek yang umurnya ga beda jauh dari gw, suka goyang heboh dan ngerasa keren waktu difoto sambil makan permen loli? Ah.. Gw ga abis pikir. Lagunya juga sama sekali ga enak! Gw sebel!
Glenn Fredly itu punya warna musik yang bener - bener khas. Setiap lagu yang dia nyanyiin baik lagu lama atau lagu dia sendiri selalu jadi 'beda'! Beda banggets.. Dan catchy banget di kuping gw. Tapi waktu gw liat video klip mereka.. Ga sepadan banget deh gaya Glenn ama Dewi Persik. Yang satu super heboh, yang satu cool tapi agak maksa goyang. Yang satu nyanyinya kayak uler kelilit.. yang satu lurus2 ajah.. Not OK!
Huh.. Gw sedih.. Glenn, Please.. Don't do it again.. :(
Gw sedih karena.. Gw ilfil banget ngeliat video klip Glenn Fredly yang duet ama Dewi Persik.. Mengapa Glenn? Mengapa? You look very awkward there.. Aneh banget! Gaya Glenn sama sekali ga cocok ama Dewi Persik. Cewek yang umurnya ga beda jauh dari gw, suka goyang heboh dan ngerasa keren waktu difoto sambil makan permen loli? Ah.. Gw ga abis pikir. Lagunya juga sama sekali ga enak! Gw sebel!
Glenn Fredly itu punya warna musik yang bener - bener khas. Setiap lagu yang dia nyanyiin baik lagu lama atau lagu dia sendiri selalu jadi 'beda'! Beda banggets.. Dan catchy banget di kuping gw. Tapi waktu gw liat video klip mereka.. Ga sepadan banget deh gaya Glenn ama Dewi Persik. Yang satu super heboh, yang satu cool tapi agak maksa goyang. Yang satu nyanyinya kayak uler kelilit.. yang satu lurus2 ajah.. Not OK!
Huh.. Gw sedih.. Glenn, Please.. Don't do it again.. :(
Kamis, Oktober 23, 2008
Foxtrot, Papa dan India (isu lama yang telat gw publish..)
Gw punya kebiasaan yang cukup aneh sebelum tidur. Kegiatan ini emang intens selalu gw lakukan sebelum tidur, tapi saat lagi sibuk2nya beraktivitas sehari2pun kebiasaan ini sering gw lakuin.
Gw punya kebiasaan…
Kebiasaan..
Apa hayoooooooooo???
Hehehehe..
Kelamaan ya?
Iya.. iya.. sabar! Pasti nanti gw kasih tau..
Kebiasaan gw itu adalah.. jreng.. jreng.. gw suka bercakap2 sendirian.. Gw akan bertanya dan gw menjawabnya sendiri, seakan2 gw sedang berbicara dengan Tuhan. Tuhan Yesusku..
Sebelum tidur setelah gw doa (bukan doa yang berat2 sih.. gw sebenernya bukan orang yang religius banget), gw menyempatkan diri bercakap2 dengan Tuhan Yesus. Dimulai dengan sapaan, bagaimana hari ini gw menjalani hari gw. Bahkan kadang2 Tuhan Yesus yang menyapa gw duluan dan mereview hari2 gw. Kata – kata dan kalimat meluncur begitu saja di benak gw.. Semuanya tanpa terencana. Sering, gw menemukan jalan keluar atau pandangan baru saat gw melakukan kebiasaan gw ini.. Atau bahkan saat gw nonton tipi, kebiasaan itu juga terbawa. Misalnya begini :
Waktu itu gw lagi nonton tivi. Terpampanglah adegan2 salah satu organisasi keagamaan yang bertindak anarkis. Mereka merusak dan mengancam para pedagang yang berjualan pada saat saudara - saudara muslim harusnya menjalankan ibadah puasa. Gw merasa sedih dan marah, mengapa mereka melakukan hal tersebut pada saudara – saudara mereka sendiri. Beberapa waktu lalu gw juga membaca berita yang mengatakan mereka menyerang sebuah aliansi yang sedang melakukan aksi damai tentang kebebasan beragama. Mereka melempari aliansi tersebut dengan pasir dan lada. Hm.. kalau memang alasannya agama, mengapa perbuatan mereka banyak merugikan orang, siapa yang sebenarnya mereka bela?
Dan tiba – tiba Tuhan Yesus duduk di samping gw. Dia tersenyum, memamerkan senyumNya yang lebih cemerlang dari semua bintang iklan pasta gigi..
Y : Hai Ana, lagi ngelamunin apa?
A : Tuhan, pasti Tuhan sudah tahu apa yang kulamunkan. Itu, aku sedih melihat salah satu organisasi keagamaan yang semakin hari kok tindakannya semakin menakutkan.
Y : Aku juga sedih Anakku. Mereka terkungkung pada dogma yang mereka buat dan pahami sendiri.
A : Betul, mengapa mereka tak mencoba cara damai ya Tuhan. Misalnya kalau mau menegur pedagang yang sedang berjualan di bulan puasa kenapa ga baik2 dulu. Para pedagang itu kan pasti punya alasan masing – masing. Misalnya tidak semua orang menjalankan puasa saat itu dan itu merupakan peluang bisnis untuk mereka. Kalau mereka tak berjualan dan hanya mengandalkan pemasukan saat buka puasa, otomatis mereka tidak memiliki pemasukan lebih. Padahal tau sendiri, di bulan puasa, harga kebutuhan pokok kebanyakan naik.
Y : Pikiranmu hampir sama dengan pikiranKu. Itulah mengapa Aku begitu menekankan dasar dari semua dasar, yaitu cinta kasih. Kalau kita bertindak berdasarkan cinta kasih, hasilnya pasti menyenangkan. Tetapi hasilnya tidak selalu secepat yang kita inginkan. Tapi yakin dan percayalah, Aku tidak pernah mengingkari janjiKu sendiri.
A : Iya Tuhan, dan aku yakin ajaran agama yang mereka anut juga mengajarkan kedamaian. Bukankah Engkau juga memberi kebebasan kepada semua orang untuk bertindak di dunia ini dan tidak bertindak sebagai penjagal yang mengganti gigi dengan gigi atau darah dengan darah.
Y : Tepat sekali. Kehidupan manusia di dunia ini pada hakikatnya bebas. Setiap hari Kuciptakan baik dan apa yang terjadi sesudahnya merupakan tanggung jawabmu.
A : Betul Tuhan, kalau kupikir, seandainya Tuhan itu sekeras organisasi keagamaan tersebut, semua orang di dunia ini pasti kena hukuman. Setiap orang itu punya kesalahan masing – masing. Dan manusia sama sekali tidak bisa menilai seseorang itu benar – benar baik atau tidak dengan adil. Karena yang benar – benar bisa menilai kesalahan, kebaikan atau amal yang kita buat itu hanya Engkau, Tuhan,
Y : (tersenyum) Hm.. Pemahamanmu baik sekali. Tidak ada yang bisa menggali hati manusia secara mendalam di dunia ini. Tetapi bukankah di dunia ini sudah ada lembaga – lembaga yang dibentuk untuk menangani masalah2 yang kamu sebutkan di atas. Semua ada prosedurnya dan tidak semua orang berhak untuk memotong prosedur tersebut. Tidak ada yang pasti di dunia ini, semua kondisional. Kita tidak dapat melihat situasi dari luar dan saat itu juga bertindak, apalagi sampai merugikan orang lain dan menimbulkan trauma berkepanjangan. Tetapi sekali lagi, menghakimi manusia berdasarkan dosa atau amalnya itu adalah mutlak hakKu.
A : Jadi sebenarnya siapa yang mereka bela, Tuhanku?
Y : Prinsip dan harga diri yang mereka buat sendiri, anakKu.
A : Hmm. Benar juga. Terima kasih atas diskusi kita malam ini Tuhan. Terima kasih selalu memberikan kata dan pemahaman baru padaku setiap hari..
Dosa, amal atau apapun yang telah kita perbuat di dunia ini tidak ada yang bisa mengukurnya dan tidak ada alat yang akurat untuk menentukan besar kadarnya. Semua yang kita perbuat, hanya Dia saja yang tahu persis. Dia yang tahu persis kedalaman hati kita. Hanya cinta kasih dan damai yang bisa membuat hidup kita lebih mudah dan nyaman.. Terima kasih Tuhan, terima kasih selalu memberikan kata dan pemahaman baru padaku setiap hari..
(Terinspirasi dari buku “Apa Kabar Kang Je?” karangan Anjar Anastasia. Terima kasih sudah menyadarkan gw bahwa gw bukan satu2nya orang di dunia ini yang punya kebiasaan aneh bercakap2 dengan sosok imajiner Tuhan Yesus di dunia nyata.)
Gw punya kebiasaan…
Kebiasaan..
Apa hayoooooooooo???
Hehehehe..
Kelamaan ya?
Iya.. iya.. sabar! Pasti nanti gw kasih tau..
Kebiasaan gw itu adalah.. jreng.. jreng.. gw suka bercakap2 sendirian.. Gw akan bertanya dan gw menjawabnya sendiri, seakan2 gw sedang berbicara dengan Tuhan. Tuhan Yesusku..
Sebelum tidur setelah gw doa (bukan doa yang berat2 sih.. gw sebenernya bukan orang yang religius banget), gw menyempatkan diri bercakap2 dengan Tuhan Yesus. Dimulai dengan sapaan, bagaimana hari ini gw menjalani hari gw. Bahkan kadang2 Tuhan Yesus yang menyapa gw duluan dan mereview hari2 gw. Kata – kata dan kalimat meluncur begitu saja di benak gw.. Semuanya tanpa terencana. Sering, gw menemukan jalan keluar atau pandangan baru saat gw melakukan kebiasaan gw ini.. Atau bahkan saat gw nonton tipi, kebiasaan itu juga terbawa. Misalnya begini :
Waktu itu gw lagi nonton tivi. Terpampanglah adegan2 salah satu organisasi keagamaan yang bertindak anarkis. Mereka merusak dan mengancam para pedagang yang berjualan pada saat saudara - saudara muslim harusnya menjalankan ibadah puasa. Gw merasa sedih dan marah, mengapa mereka melakukan hal tersebut pada saudara – saudara mereka sendiri. Beberapa waktu lalu gw juga membaca berita yang mengatakan mereka menyerang sebuah aliansi yang sedang melakukan aksi damai tentang kebebasan beragama. Mereka melempari aliansi tersebut dengan pasir dan lada. Hm.. kalau memang alasannya agama, mengapa perbuatan mereka banyak merugikan orang, siapa yang sebenarnya mereka bela?
Dan tiba – tiba Tuhan Yesus duduk di samping gw. Dia tersenyum, memamerkan senyumNya yang lebih cemerlang dari semua bintang iklan pasta gigi..
Y : Hai Ana, lagi ngelamunin apa?
A : Tuhan, pasti Tuhan sudah tahu apa yang kulamunkan. Itu, aku sedih melihat salah satu organisasi keagamaan yang semakin hari kok tindakannya semakin menakutkan.
Y : Aku juga sedih Anakku. Mereka terkungkung pada dogma yang mereka buat dan pahami sendiri.
A : Betul, mengapa mereka tak mencoba cara damai ya Tuhan. Misalnya kalau mau menegur pedagang yang sedang berjualan di bulan puasa kenapa ga baik2 dulu. Para pedagang itu kan pasti punya alasan masing – masing. Misalnya tidak semua orang menjalankan puasa saat itu dan itu merupakan peluang bisnis untuk mereka. Kalau mereka tak berjualan dan hanya mengandalkan pemasukan saat buka puasa, otomatis mereka tidak memiliki pemasukan lebih. Padahal tau sendiri, di bulan puasa, harga kebutuhan pokok kebanyakan naik.
Y : Pikiranmu hampir sama dengan pikiranKu. Itulah mengapa Aku begitu menekankan dasar dari semua dasar, yaitu cinta kasih. Kalau kita bertindak berdasarkan cinta kasih, hasilnya pasti menyenangkan. Tetapi hasilnya tidak selalu secepat yang kita inginkan. Tapi yakin dan percayalah, Aku tidak pernah mengingkari janjiKu sendiri.
A : Iya Tuhan, dan aku yakin ajaran agama yang mereka anut juga mengajarkan kedamaian. Bukankah Engkau juga memberi kebebasan kepada semua orang untuk bertindak di dunia ini dan tidak bertindak sebagai penjagal yang mengganti gigi dengan gigi atau darah dengan darah.
Y : Tepat sekali. Kehidupan manusia di dunia ini pada hakikatnya bebas. Setiap hari Kuciptakan baik dan apa yang terjadi sesudahnya merupakan tanggung jawabmu.
A : Betul Tuhan, kalau kupikir, seandainya Tuhan itu sekeras organisasi keagamaan tersebut, semua orang di dunia ini pasti kena hukuman. Setiap orang itu punya kesalahan masing – masing. Dan manusia sama sekali tidak bisa menilai seseorang itu benar – benar baik atau tidak dengan adil. Karena yang benar – benar bisa menilai kesalahan, kebaikan atau amal yang kita buat itu hanya Engkau, Tuhan,
Y : (tersenyum) Hm.. Pemahamanmu baik sekali. Tidak ada yang bisa menggali hati manusia secara mendalam di dunia ini. Tetapi bukankah di dunia ini sudah ada lembaga – lembaga yang dibentuk untuk menangani masalah2 yang kamu sebutkan di atas. Semua ada prosedurnya dan tidak semua orang berhak untuk memotong prosedur tersebut. Tidak ada yang pasti di dunia ini, semua kondisional. Kita tidak dapat melihat situasi dari luar dan saat itu juga bertindak, apalagi sampai merugikan orang lain dan menimbulkan trauma berkepanjangan. Tetapi sekali lagi, menghakimi manusia berdasarkan dosa atau amalnya itu adalah mutlak hakKu.
A : Jadi sebenarnya siapa yang mereka bela, Tuhanku?
Y : Prinsip dan harga diri yang mereka buat sendiri, anakKu.
A : Hmm. Benar juga. Terima kasih atas diskusi kita malam ini Tuhan. Terima kasih selalu memberikan kata dan pemahaman baru padaku setiap hari..
Dosa, amal atau apapun yang telah kita perbuat di dunia ini tidak ada yang bisa mengukurnya dan tidak ada alat yang akurat untuk menentukan besar kadarnya. Semua yang kita perbuat, hanya Dia saja yang tahu persis. Dia yang tahu persis kedalaman hati kita. Hanya cinta kasih dan damai yang bisa membuat hidup kita lebih mudah dan nyaman.. Terima kasih Tuhan, terima kasih selalu memberikan kata dan pemahaman baru padaku setiap hari..
(Terinspirasi dari buku “Apa Kabar Kang Je?” karangan Anjar Anastasia. Terima kasih sudah menyadarkan gw bahwa gw bukan satu2nya orang di dunia ini yang punya kebiasaan aneh bercakap2 dengan sosok imajiner Tuhan Yesus di dunia nyata.)
Langganan:
Postingan (Atom)